Berikut ini adalah beberapa tips yang
memberikan banyak manfaat bagi saya.
“Jika anda
ingin hidup anda lebih bermakna, anda harus mengubah pola pikir anda.”
“Bagi
setiap orang yang mencapai kesuksesan, kesuksesan tersebut diraih karena ada
seseorang yang menunjukkan jalannya.”
1. PERTAHANKAN FOKUS ANDA DI TEMPAT YANG TEPAT
“Bersyukurlah
atas segala hal yang anda miliki; dan anda akan memiliki lebih banyak lagi.
Jika anda berkonsentrasi pada ada yang tidak anda miliki, anda tidak akan
pernah berkecukupan.”
Tips ini merupakan tips sederhana yang dapat memiliki pengaruh
yang lebih besar dalam hidup anda; lebih besar dari yang anda bayangkan. Anda memiliki
sebuah bagian yang disebut Sistem Aktivasi Retikular (SAR) dalam pikiran anda.
SAR dapat membantu anda karena ketika anda memfokuskan pikiran anda pada
sesuatu, sistem ini akan mulai mencari bukti-bukti dari pemikiran anda. Dan
karena anda hanya bisa memfokuskan diri pada sebagian hal saja, apa yang
menjadi fokus anda menjadi sangat penting. Bahkan jika anda merubah fokus anda,
hal ini akan merubah dunia anda secara radikal.
Ketika anda memfokuskan diri pada apa yang anda miliki dan
mensyukurinya atau memfokuskan diri pada hal-hal yang anda inginkan, hal-hal
ini akan mulai menjadi kenyataan dalam hidup anda. Hal-hal tersebut sebenarnya
sudah ada si sekitar anda selama ini. Namun anda hanya bisa melihatnya jika
anda merubah fokus anda. Jika anda memfokuskan diri pada apa yang tidak anda
miliki, SAR anda akan membantu anda menemukan bahwa anda memang tidak memiliki
hal-hal tersebut.
Dengan bersyukur dan menghargai hal-hal yang anda temui setiap
hari tidak akan mengubah mood anda yang cenderung negatif menjadi positif
secara instan. Namun setidaknya anda bisa memiliki lebih banyak informasi
mengenai apa yang anda inginkan atau solusi atas hal-hal yang anda coba
selesaikan. Satu atau dua reminder; sebagai contoh catatan kecil di lemari es
anda, dapat membantu anda untuk tetap fokus pada tempat yang tepat di kehidupan
sehari-hari.
2. DEFINISIKAN ULANG ARTI KATA KEGAGALAN
“Saya
tidak percaya akan kegagalan. Bukanlah kegagalan jika anda menikmati
prosesnya.”
“Lakukan
satu hal yang menurut anda tidak bisa anda lakukan. Jika anda gagal, cobalah
lakukan lagi. Lakukan lebih baik pada percobaan kedua. Orang yang tidak pernah
terjatuh adalah orang yang tidak pernah mengambil risiko. Ini adalah saatnya.
Ambil kesempatan ini dan lakukan!”
“Saya
percaya salah satu risiko terbesar dalam kehidupan adalah tidak adanya
keberanian untuk mengambil risiko.”
Salah satu penyebab yang menghambat orang-orang dalam meraih
impian mereka adalah rasa takut gagal. Namun seperti yang sudah tertulis,
kegagalan bisa menjadi pengalaman berharga yang akan membantu anda. Faktanya,
tanpa kegagalan anda tidak akan pernah mempelajari hal-hal yang anda butuhkan
untuk mencapai kesuksesan yang anda impikan. Jadi, daripada anda melihat
kegagalan sebagai sesuatu yang menakutkan, definisikan ulang arti kata
kegagalan dalam pikiran anda sebagai suatu proses pembelajaran. 2 tips lain
yang bisa anda gunakan untuk menghadapi kegagalan adalah :
·
Ciptakan mental yang ‘berlebih’. Mental ‘kekurangan’ mengatakan
bahwa anda selalu memiliki kekurangan. Mental ‘berlebih’ mengatakan bahwa anda
selalu memiliki kelebihan. Selalu ada tujuan yang bisa anda raih, peluang bisnis
untuk ditemukan, dan tanggal-tanggal penting untuk anda isi dengan kegiatan
bermanfaat. Jika tujuan anda meleset, belajarlah dari pengalaman anda. Jangan
biarkan kegagalan menjatuhkan semangat anda. Gunakan tips pertama dari artikel
ini dan fokuslah kembali pada hal-hal yang ingin anda capai. Fokuslah pada
‘kelebihan’ yang ada. Tips ini tidak hanya membuat anda lebih berani dalam
mengambil risiko, namun juga untuk mengurangi perasaan-perasaan negatif yang
ada pada diri anda. Rasa takut gagal biasanya merupakan hasil pemikiran anda
sendiri karena anda selalu merasa ‘kekurangan’.
·
Fokuslah pada prosesnya. Maksud dari tips ini adalah anda harus
memfokuskan diri pada apa yang sedang anda kerjakan. Anda tidak memikirkan
hasil yang mungkin anda peroleh jika anda tetap fokus pada apa yang sedang anda
kerjakan. Anda memisahkan diri anda dari hasil yang bisa anda raih. Fokuskan
pikiran anda pada pekerjaan anda. Anda tidak perlu berpikir bagaimana anda bisa
gagal, mengecewakan diri anda sendiri atau mencapai kesuksesan. Anda tidak
perlu memikirkan bagaimana anda mengecewakan, menghibur atau memikirkan
pandangan orang lain terhadap diri anda. Fokuslah pada pekerjaan anda sehingga
apa yang anda kerjakan bisa menjadi lebih menyenangkan meskipun anda akan
mengalami hambatan dan kegagalan.
3. ANDA MEMBERI MAKAN RASA TAKUT ANDA
“Apapun
yang anda takuti sebenarnya tidak memiliki kuasa atas anda – rasa takutlah yang
menguasai diri anda.”
Rasa takut umumnya adalah perasaan yang muncul dari pikiran yang
anda beri makan dengan energi yang anda miliki. Jika anda menerima rasa takut
dan menghadapi rasa takut tersebut, maka anda berhenti memberi makan rasa takut
anda dan rasa takut tersebut akan lenyap.
Jadi, kuncinya adalah untuk menerima rasa takut anda. Dengan
menerima apa adanya rasa takut tersebut, anda akan berhenti memberi makanan
pada perasaan tersebut. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan
mengikuti emosi anda, lalu lakukan hal yang anda takuti tersebut. Dengan
mengikuti emosi anda, anda melepaskan atau setidaknya melemahkan
perasaan-perasaan negatif yang menahan anda untuk melakukan sesuatu. Dengan
bertindak, pikiran anda akan mendapatkan bukti bahwa apa yang anda takuti
sebenarnya tidak menakutkan seperti yang ada di pikiran anda.
4. LAKUKAN HAL YANG BENAR
“Inti dari
integritas adalah melakukan hal yang benar, terlepas dari apakah orang lain
mengetahui anda melakukannya atau tidak.”
Poin ini sangatlah menarik. Namun bagaimana anda melakukannya?
Bagaimana anda tetap mengerjakan hal yang benar ketika tidak ada seorang pun
yang memperhatikan dan memeriksa anda? Tentunya saya tidak memiliki jawaban
yang lengkap untuk pertanyaan tersebut, namun saya menemukan 2 hal berikut:
·
Buatlah aturan untuk diri anda sendiri. Jika anda ingin tetap
melakukan hal yang benar maka anda harus memperhatikan peraturan yang ada dan
nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang-orang disekitar anda. Anda harus
memahami diri anda dan apa yang anda ingin lakukan. Jika anda mengikuti
peraturan orang lain maka anda akan bertanggung jawab kepada orang yang membuat
peraturan tersebut. Dan akan lebih mudah bagi anda untuk berbuat curang atau
melakukan kesalahan ketika tidak ada yang memperhatikan anda. Namun jika anda
membuat aturan untuk diri anda sendiri maka anda sendirilah yang bertanggung
jawab. Jika anda bisa bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri, akan lebih
mudah bagi anda untuk melakukan hal yang anda rasakan benar secara konsisten.
·
Jangan bergantung pada validasi eksternal. Jika anda bergantung
pada validasi eksternal – pendapat dari orang-orang yang mengatakan bahwa anda
melakukan pekerjaan dengan baik, dll. – maka akan sulit bagi anda untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan aturan main anda. Secara konsisten anda akan
mencari tahu validasi orang lain dan beradaptasi sesuai dengan pendapat orang
lain. Dan jika anda bergantung sepenuhnya pada pendapat orang lain maka anda
akan lebih mudah tergoda untuk berbuat curang atau berhenti melakukan hal yang
benar ketika tidak ada yang mengawasi anda; karena tidak ada yang akan memuji
anda.
5. ANDA MENUAI APA YANG ANDA TANAM
“Satu hal
yang saya yakini adalah apa yang anda berikan akan kembali pada diri anda
sendiri.”
Nasihat ini merupakan nasihat klasik, dan saya percaya nasihat
ini sangat tepat. Orang cenderung untuk beradaptasi dan memberikan respon.
Mereka memperlakukan anda seperti anda memperlakukan mereka. Namun akhir-akhir
ini saya mulai berpikir tentang bagaimana hal ini bekerja melalui cara lain.
Saya berpendapat bahwa apa yang anda lakukan terhadap orang lain
merupakan perwujudan dari bagaimana anda memperlakukan diri anda sendiri. Jika
anda menyalurkan banyak hal-hal negatif ke sekeliling anda maka anda juga
memberikan hal-hal yang sama bagi diri anda sendiri. Untuk sementara, mungkin
anda merasa baik-baik saja jika anda menggunjingkan atasan anda. Namun saya
percaya bahwa hal-hal negatif yang anda temukan di sekeliling anda disebabkan
oleh sikap semacam ini. Hal ini mungkin tidak berhubungan langsung dengan apa
yang anda katakan atau lakukan. Namun nampaknya anda tidak bisa menyakiti orang
lain tanpa menyakiti diri anda sendiri.
Semakin banyak hal-hal negatif yang keluar dari dalam diri anda,
semakin buruk pula perasaan anda dalam kehidupan sehari-hari; semakin sering
anda akan melakukan sesuatu secara berlebihan dan merasakan kesedihan yang tiba-tiba
muncul begitu saja. Mungkin karena anda mengeluarkan begitu banyak hal-hal
negatif maka SAR anda akan memfokuskan diri pada hal-hal negatif yang anda
jumpai dalam kehidupan sehari-hari anda.
6. LUPAKAN MASA LALU, HIDUPLAH DI MASA SEKARANG
“Ambil
nafas, lepaskan, dan ingatkan diri anda bahwa saat ini merupakan waktu yang
anda miliki dengan pasti.”
Salah satu hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan
kualitas kehidupan dan kepribadian anda adalah dengan melupakan apa yang sudah
terjadi; jangan memikirkan hal-hal negatif yang terjadi di masa lalu anda
terlalu lama. Namun bagaimana anda akan melakukannya?
Saya berhasil menemukan beberapa tips yang sangat berguna. Tips
berikut bekerja dengan baik dan akan bekerja dengan lebih baik seiring dengan
berjalannya waktu dan saya menjadi lebih ahli dalam menerapkan tips tersebut.
Tips
pertama adalah tanyakan pada diri anda sendiri: “Apa manfaatnya bagi saya?”
sepanjang hari atau ketika anda merasakan pikiran-pikiran negatif bermunculan
dalam pikiran anda. Apa manfaat yang saya akan peroleh ketika saya memikirkan
pikiran-pikiran ini?
Saya sering menyadari bahwa memikirkan hal-hal yang negatif tidaklah bermanfaat
bagi saya. Pikiran-pikiran negatif atau mengulang kembali memori negatif
berulang ulang dalam pikiran anda tidak akan bermanfaat bagi anda. Ya, anda
mungkin bisa mendapatkan kepuasan sendiri – seperti perasaan bahwa anda menjadi
korban atau dengan membenci seseorang dan merencanakan balas dendam. Namun yang
sebenarnya anda lakukan betul-betul membuang waktu dan energi anda.
Anda telah membaca tips kedua: fokuslah pada apa yang anda
inginkan dan fokuslah pada kelimpahan daripada kekurangan.
Tips ketiga adalah belajar untuk menghabiskan lebih banyak waktu
di masa sekarang atau pada proyek masa depan yang anda rencanakan daripada
menghabiskan waktu mengingat-ingat masa lalu. Dan cara terbaik dan terpraktis
untuk menerapkan tips-tips tersebut telah tertulis pada bagian awal artikel
ini.
7. SEGALA HAL YANG TERJADI BERADA DALAM KENDALI
ANDA
“Setiap
dari kita bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri – bukan orang lain.”
Ketika kita muda, orang lain bertanggung jawab atas kehidupan
kita. Menurut pendapat saya, salah satu tanda kematangan adalah jika seseorang
bertanggung jawab 100% atas kehidupannya sendiri. Namun, tetap masih ada
perasaan dimana kita menginginkan orang lain untuk bertanggung jawab atas
kehidupan kita.
Salah satu contoh yang sering terjadi dalam kehidupan nyata
adalah saat orang mencari ‘obat mujarab’, daripada memegang kendali dan
mengambil tanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri, serta bekerja selangkah
demi selangkah untuk mencapai tujuan. Ada kebutuhan akan buku, program, obat,
atau sesuatu yang bisa kita beli untuk menghilangkan masalah yang kita hadapi.
Sama seperti ketika ayah atau ibu memecahkan masalah anda.
Saya tidak berkata bahwa saya tidak pernah mencari ‘obat
mujarab’ tersebut. Mungkin setiap orang harus melalui fase tersebut dalam
hidupnya. Namun saya merasa bahwa ketika anda berhenti mencari hal-hal semacam
itu, maka anda berada di jalan yang akan membawa anda mencapai hasil yang lebih
baik daripada hasil yang anda peroleh dari ‘obat mujarab’ tersebut.
Mengapa?
Anda menyadari bahwa anda harus berada di belakang kemudi dan memegang kendali.
Dan ketika anda berhenti mencari ‘obat mujarab’, anda akan menjadi lebih fokus.
Anda menyadari bahwa tidak ada buku yang bisa memberikan anda lebih banyak
ilmu. Anda menyadari bahwa anda harus bertindak dan menciptakan kehidupan
sesuai dengan keinginan anda.
Dan sekarang, buku-buku yang anda beli menjadi berguna karena anda berhenti
melihat buku-buku tersebut sebagai ‘obat mujarab’ yang akan menyembuhkan anda,
namun anda melihatnya sebagai panduan yang menuntun anda selama perjalanan.